Cari Blog Ini

Jumat, 14 Juni 2019

Berburu di Sungai dalam Bahasa Dayak Taboyan

Bagi masyarakat pedalaman Kalimantan, hutan dan sungai adalah urat nadi kehidupan. Berburu, berkebun, dan berladang adalah kegiatan utama dalam kehidupan masyarakatnya, tak terkecuali bagi salah satu sub suku Dayak, Dayak Taboyan. Nah kali ini admin yang merupakan orang Taboyan Asli hehee bukan kaleng2.. ingin berbagi pengetahuan tentang bahasa yang digunakan dalam berburu  di sungai. 

-Moit : Moit yaitu memancing. Memancing sendiri ada beberapa jenis, yaitu:
  1. Meriwis: Meriwis yaitu kegiatan memancing dengan menggunakan mata pancing kecil, tali pancing paling sekitar 2 meter atau kurang, terdapat pelampung kecil dan pakai gagang pancing dari pohon palem-paleman. Target utama adalah ikan-ikan berukuran kecil.
  2. Ngebanyur: Ngebanyur yaitu memancing dengan menggunakan mata kail besar, panjang tali 1 meteran atau kurang, dan biasanya pancing ini ditancapkan di pinggir-pinggir sungai. Selang jam tertentu ditengok siapa tau udah dapat ikan heheee. Target utama ikan yang berkuran sedang sampai besar.
  3. Rawai: Rawai yaitu pancing yang memiliki mata pancing banyak dalam satu tampon bambung. Jadi mata pancing diikat dengan tali-tali pendek dalam satu tempon bambu (yang admin maksud tempon disini adalah pucuk bambu yang mempunyai banyak cabang).
  4. Moit: Moit ini adalah kegiatan mancing biasa, menggunakan tali yang panjang.
-Ngejala : Ngejala adalah kegiatan menjala. Menjala dengan banyak orang disebut Ngeramang.
-Nyengkotek : Nyengkotek biasanya dilakukan pada malam hari. Ikan-ikan pada malam hari biasanya muncul ke permukaan air. Ikan yang terlihat inilah kemudian ditebas menggunakan parang. 
-Ngebu'u : Ngebu'u adalah kegiatan mencari ikan dengan menggunakan perangkap dari bambu yang dianyam sedemikian rupa, kemudian diberi umpan lalu ditaruh di dalam air.
-Kalak : Kalak juga merupakan perangkap ikan dari bambu. Bedanya kalah di diletakkan disungai-sungai kecil dengan cara membendung sebagian sungai lalu kemudian ditaruh kalak. Tujuannya agar ikan tidak punya akses lain selain masuk ke dalam kalak.

Itulah bahasa sebagian yang admin ingat. Mohon maaf karena tidak menyertakan foto dari benda-benda yang dipakai di atas. Semoga lain kali admin dapat menyajikannya. Terima kasih.

Salam, 
mba Rus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar